Postingan

Menampilkan postingan dengan label politik

Mengapa "Saya Pancasila" bukan "Kita Pancasila"? Jawaban untuk Anies Baswedan.

Gambar
Anies Baswedan mengkritik kalimat "Saya Pancasila, Saya Indonesia" yang menjadi jargon untuk Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2017. Kata Anies kalimat 'Saya Indonesia Saya Pancasila' terlihat tidak merangkul satu sama lain. "Kalau pakai kata saya, akan timbul pertanyaan, lalu Anda siapa? Kalau 'kita', cenderung bersama-sama dan saling merangkul." Kritik saya, Anies tidak bisa bedakan urgensi kata "saya" dan "kita", sehingga tidak mampu membedakan urgensi "Saya Pancasila" sehingga menganggap "Kita Pancasila" lebih penting. Saya bukan penggagas kalimat "Saya Pancasila", tapi saya mencoba memahami kalimat "Saya Pancasila" sebagai ikrar, kesaksian, pengakuan, janji setia yang merupakan kewajiban masing-masing individu. Kalimat "Saya Pancasila" merupakan syahadat individual, yang dalam istilah agama sebagai "wajib aini" yang harus ditunaikan oleh masing-masing orang, ia bukan kewaj...

Ahok Dijegal Dari Politik Karena “Pengalaman 1998”?

Gambar
Banyak Ahoker dan simpatisannya sudah tahu Ahok adalah saksi mata dari kerusuhan 1998. Ahok melontarkan itu secara terang-terangan ( sumber ) ( sumber ). Saat itu, Bu Vero sedang hamil Sean, lima bulan lagi. Apesnya lagi, Ahok adalah saksi mata pembakaran mall Lippo Karawaci. Lebih gilanya lagi, Ahok pulang ke Pluit! Pada saat itu, Tangerang-Jakarta sudah terbilang sangat jauh sampai diledek tempat jin buang anak, bahkan saat saya kecil saya menganggap Tangerang kota kecil dan tidak akan bertumbuh seperti sekarang. Tuhan mengamankan Ahok meski beliau pasrah saja menjadi sasaran, berhubung beliau melihat kekejaman yang dilakukan terhadap Etnis Tionghoa. Nah, Ahok bisa saja menjadi saksi kunci lho kalau 1998 dibuka! Ahok lihat sendiri, mencatat sendiri, ditambah Ahok kita kenal sebagai orang dengan pengetahuan dan ingatan cukup super. Mungkin ketakutan Ahok pada saat itu tambah menanamkan peristiwa ini dalam benaknya. Apalagi gelagat Jokowi dan Habibie adalah membuka pelanggaran HAM 1998...

Lulung: Lebih Baik Jalan Macet daripada Pemprov Gusur PKL Tanah Abang

Gambar
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham "Lulung" Lunggana mengkritik upaya penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Lulung yang dikenal sebagai "penguasa" Tanah Abang, meminta agar Pemprov DKI tak menggusur PKL di sana. "Jangan gusur terus, kalau pedagang enggak diajak ngomong, jadi kerjaan rumah lagi, lebih baik jalanan macet daripada gusur PKL" kata Lulung ditemui di Menteng, Jakarta Pusat. Lulung mengatakan harusnya Pemprov bisa merelokasi para PKL ke tempat layak. Adapun kebijakan relokasi pedagang ke Blok G, dinilai Lulung tidak berhasil karena sepi pengunjung. "Pedagang kan sama-sama kita mencari nafkah, kalau nggak tenang sama-sama cari solusinya kan tiga tahun cukup, jadi penertiban tanpa solusi, saya pikir harus direlokasi, banyak tempatnya, makanya tanya Haji Lulung," katanya. Namun Lulung tak menyebutkan satu pun tempat yang dimaksudnya ketika ditanya. Ia mengakui jalanan di Tanah Abang memang macet, namu...

Sikap Menantang Tuhan, “Mengapa Rizieq Shihab Masih Dipuja Setelah Melakukan Aib Yang Begitu Hina?”

Gambar
Ini adalah sebuah pertanyaan yang seyogyanya dijawab oleh si pemuja Rizieq Shihab. Saya menulis pandangan saya dari sisi perempuan dan berusaha memahami perasaan istri seorang RIzieq Shihab yang memilih jalannya sebagai seorang pemimpin kelompok keagamaan yang begitu keras untuk menghapuskan maksiat dari bumi Nusantara. Tidak ada istilah hukum karma dalam ajaran Islam. Yang dikenal dalam Islam adalah takdir. Lalu disederhanakan lagi dalam bentuk sebuah kiasan atau peribahasa yang berbunyi, “Siapa yang menabur angin, dia yang akan menuai badai”. Dan Agama adalah satu ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Secara etimologi, kata “agama” bukan berasal dari bahasa Arab, melainkan diambil dari istilah bahasa Sansekerta yang menunjuk pada sistem kepercayaan dalam Hinduisme dan Budhisme di India. Agama terdiri dari kata “a” yang berarti “ti...

Komnas HAM Nyinyir ketika Polisi Bunuh Teroris, Tapi Bungkam Sewaktu Teroris Bunuh Polisi?

Gambar
Masih segar di ingatan kita, tepat sebulan yang lalu, ketika Densus 88 Antiteror Polri, menembak mati 6 teroris yang berada di Tuban Jawa Timur. Berkaca pada peristiwa tersebut, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, dianggap oleh Komnas HAM, melakukan praktik judicial killing (pembunuhan di luar proses peradilan). Menurut salah satu anggota Komnas HAM, Maneger. Menurut Maneger, peristiwa pembunuhan polisi terhadap terduga teroris beberapa waktu lalu sebelumnya, belum mampu mengubah pola pikir Polri di dalam penanggulangan terorisme. Diberitakan di dalam keterangan polisi secara tertulis maupun konferensi pers, kontak senjata mau tidak mau harus dilakukan karena terduga juga membawa senjata tajam dan ingin melarikan diri. “Komnas HAM sudah mengingatkan agar tidak ada lagi ‘Siyono-Siyono’ berikutnya. Tapi, nyatanya muncul lagi. Mau sampai kapan? Berapa nyawa lagi?” ujar Maneger. Maneger Nasution, Komisioner Komnas HAM Namun Komnas HAM tetap rasanya bersikukuh bahwa orang-orang semacam ini...

Tahukah Anda Siapa Ratna Sarumpaet Sebenarnya? Banyak Gelar Baru yang di Sematkan Netizen Kepada Nenek Yang Satu Ini

Gambar
Akhir-akhir ini, berita tentang  RATNA SARUMPAET  begitu santer diberitakan diberbagai media. Baik media elktronik, maupun media cetak. Apalagi di Media Sosial, saban hari kita melihat postingan dan ulasan mengenai ibu satu ini. Oleh karena itu, sehubungan lagi rame-ramenya bahas si nenek (sebutan para netizen untuk Ratna Sarumpaet), udah ada yang kasih kuliah twitter (kultwit)-nya nih,  WUJUD ASLI SI RATNA SARUMPAET.  Siapa Ratna Sarumpaet Sebenarnya?  Mari kita bongkar semuanya tentang si NENEK seperti yang telah dilansir oleh kultwit @Partaisocmed: http://chirpstory.com/li/224188 di bawah ini. ‪#‎SiapaRatnaSarumpaetSebenarnya‬ RATNA SARUMPAET YANG MENGERIKAN 1. Ratna Sarumpaet adalah salah satu aktifis Indonesia yg cukup dikenal. Sejak dahulu dia terbiasa bersuara lantang. 2. Sebagai aktifis Ratna Sarumpaet juga pernah merasakan tidur dibalik jeruji besi. Namun semua itu tidak melunturkan keberaniannya 3. Awalnya Ratna Sarumpaet adalah seorang ibu rumah tangg...

Batal Naik Banding, Umpan Lambung Ahok ke Jokowi untuk Skak Mat JK dan Prabowo?

Gambar
Selama ini kita melihat bahwa di satu sisi Ahok begitu dizalimi oleh para kaum bani daster, di sisi lain kita melihat Rizieq Shihab seperti bergerak bebas di luar negeri. Ini menjadi sebuah hal yang rasanya tidak adil bagi beberapa orang. Ahok yang dianggap menista agama hanya karena satu kalimat, dan itupun diedit oleh Buni Yani, mendapatkan vonis dua tahun. Sedangkan kita melihat Rizieq yang dilaporkan dengan dugaan banyak kasus, bahkan sekarang masih berani mengancam pemerintahan Indonesia untuk melakukan revolusi putih. Memang Rizieq yang adalah manusia keputihan ini menjadi sebuah tokoh antagonis yang bermain di dalam kisah perpolitikan di Indonesia. Rizieq yang selama ini dianggap sebagai singa, sekarang mulai terampelas gigi taringnya oleh Ahok. Saya ulangi lagi, diampelas oleh Ahok. Selama ini kita melihat bagaimana Tito meredam aksi demo bela (katanya) Islam, Gatot juga meyakinkan warga Jakarta untuk tetap tenang, sebenarnya disutradarai oleh orang yang menikmati hari-harinya ...

Begitu Cepatnya FPI Melambung Cepat Pula Jatuhnya, Taktik Jitu Rahasia Jokowi?

Gambar
Belakangan ini muncul bertubi-tubi ‘musibah’ yang menimpa FPI. Rizieq Shihab dilaporkan berkali-kali, dan hebatnya semuanya terjadi dalam waktu berdekatan dan semuanya akibat ucapannya. Bila Ahok omongannya diedit, maka Rizieq berbeda, omongannya tidak diedit oleh Buni Yani. Sepertinya era FPI mulai berakhir. Namun ada yang aneh, hanya berselang beberapa bulan sejak demo yang berhasil menaikkan nama FPI dengan kejatuhannya sekarang. Kejadiannya terlalu cepat. Apakah ada udang dibalik bakwan? Takdir Memang ‘Sadis’ Di penghujung tahun 2016, FPI seperti mendapat angin ‘surga’. Demonya yang konon katanya diikuti 7 juta orang berhasil menempelkan status tersangka kepada Ahok. Ditambah fatwa MUI tentang atribut Natal, FPI mulai menjalankan sweeping dimana-mana. Untung polisi menjaga agar FPI ini tidak kelewatan, beberapa aksi sweeping FPI digagalkan. Toh memang FPI tidak punya hak sama sekali untuk melakukan sweeping. Sweeping digagalkan oleh polisi, tapi FPI masih memiliki momentum. Mereka ...

Akibat Ulah Buni Yani, Minahasa Minta Merdeka

Gambar
Sejak Ahok dijebloskan ke penjara, berbagai aksi dukungan dan tuntutan Ahok dibebaskan terus dilakukan. Ketidakadilan dalam kasus Ahok membuat banyak orang marah. Jutaan orang menyuarakan protes mereka melalui aksi-aksi unjuk rasa dan penyalaan ribuan lilin, bukan hanya di seluruh pelosok negeri, namun juga berlangsung secara sporadis di dua puluh negara. Lawan-lawan politik Ahok saat ini mungkin sedang bertepuk tangan menari-nari kegirangan dan mabuk kemenangan sambil berpesta pora potong tumpeng mensyukuri Ahok telah gagal jadi Gubernur DKI dan dijebloskan ke penjara. Namun tanpa mereka sadari, kemenangan mereka menggagalkan Ahok jadi Gubernur DKI dengan isu agama dan menjebloskannya ke penjara justru berbuah petaka bagi keberlangsungan bangsa ini. Silent majority yang selama ini diam kini bertindak melalui aksi-aksi dan gelombang protes yang semakin hari semakin marak dimana-mana. Gejolak dan reaksi yang paling keras yaitu datang dari Minahasa. Selain menyuarakan tuntutan agar Ahok ...