Kebohongan Tentang Persekusi, Bantahan FPI Nol Besar
Dari sekian banyak kejadian persekusi oleh ormas yang terjadi sepandangan saya ada dua yang ter-blow up secara besar-besaran. Pertama, dr. Fiera dari Solok, Sumatera Barat. Kedua, remaja bernama Mario di Jakarta Timur. Mungkin sangat mencolok karena dr Fiera perempuan yang tinggal di Solok hanya bersama dua anak yang masih kecil, sementara Mario selain usianya yang di bawah umur juga dia dari etnis minoritas dan tinggal bersama ibunya yang janda dengan 6 anak yang masih kecil-kecil. Bahkan kabar menyebutkan selain Mario dipersekusi oleh ormas tersebut juga keluarga mereka diusir, ibunya dipecat, dan Mario dikeluarkan dari sekolah. Alasannya karena pihak-pihak tersebut takut jika nanti ormas akan mengganggu lingkungan mereka terkait kasus ini. Kita memang harus berhati-hati di media sosial, namun bukan berarti orang bisa sembarangan mengintimidasi orang lain hanya karena sebuah status. Apalagi kalau sebetulnya tidak ada unsur ancaman terhadap mereka. Anggap saja ada orang yang komen “ih...